rss_feed

Kampung Kahuripan Jaya

Jln. Kahuripan Jaya,Kecamatan Banjar Baru,kabupaten Tulang Bawang.
Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung
Kode Pos 34682

  • SUTEJO

    Kepala Kampung

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUPRIYO

    SEKRETARIS KAMPUNG

    Belum Rekam Kehadiran
  • YUDI APRIANTO.S

    KASI PEMERINTAHAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • NURNGAINI SAPUTRA

    KASI PELAYANAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • WINARTO

    KASI KESEJAHTERAAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • AGUS SUSANTO

    KAUR KEUANGAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • EDI SUSANTO

    KAUR TATA USAHA DAN UMUM

    Belum Rekam Kehadiran
  • JOKO PRAYITNO

    KAUR PERENCANAAN

    Belum Rekam Kehadiran
  • EKA SUSANTI

    Staf Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • YONIS APRIYANI

    Staf Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • WIWIN TRI WIDARTI

    Staf Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • DC KRISTIAWAN

    Staff IT

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kampung Kahuripan Jaya Kec. Banjar Baru Kab. Tulang Bawang, Provinsi Lampung | Kantor Kampung Kahuripan Jaya Membuka Pelayan Publik pada Hari Senin - Jum'at Pukul 09.00 - 15.00 WIB
fingerprint
Menilik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

08 Okt 2022 13:00:47 24 Kali

Maulid Nabi merupakan bagian dari hari penting bagi umat Islam. Mereka memiliki kebiasaan masing-masing untuk memperinngatinya, seperti pengajian, acara adat, atau yang lainnya. Tergantung kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat. 

Peringatan maulid Nabi biasanya dilakasanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awwal dalam penaggalan Hijriyah. Karena hal ini merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Namun ini bukan hal yang wajib untuk dilaksanakan sesuai tanggalnya, menyesuaikan dengan kesepakatan masyarakat. 

Berdasarkan sejarah Islam, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah dilaksanakan sejak tahun kedua Hijriyyah. Peringatan ini diprakasi oleh seorang ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid yang bernama Khaizuran. Pada saat itu Khaizuran memberi perintah kepada penduduk Madinah dan Makkah untuk merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan oleh Khaizuran sebagai bentuk kecintaannya kepada Nabi Muhammad Saw sekaligus sebagai teladan, ajaran, dan kepimpinan mulia Nabi Muhammad Saw dapat terus menginspirasi umat Islam khususnya yang ada di Arab. Masyarakat Muslim saat ini tidak hanya bergembira dengan adanya perayaan maulid Nabi, namun juga bersyukur atas teladan, jalan hidup, dan tuntunan yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. 

Dalam Kitab Syarh Maulid ad-Diba’i, Sayyid Muhammad al-Maliki menyimpulkan setidaknya ada lima alasan memgapa umat Islam harus merayakan Maulid Nabi Muhammad, pertama sebagai wujud rasa bahagia dan gembira atas kelahiran Nabi Muhammad Saw. Kedua, sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad Saw yang membawa cahaya agama Islam. Ketiga, melasanakan perintah Allah SWT untuk berbahagia dengan sebab rahmat dan pertolongan yang Allah berikan. Karena selain nikmat hidup, nikmat terbesar yang diberikan oleh AllaH swt kepada umat Islam adalah kelahiran Nabi Muhammad Saw sebagai rahmat untuk seluruh alam. Namun hukum dari pelaksanaan maulid nabi adalah sunnah. Keempat, perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw diwarnai dengan pembacaan sejarah kehidupan Nabi. Mulai dari kelahiran, budi pekerti, ciri-ciri fisik, kemuliaan serta mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian akan menambah rasa kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw serta memantapkan keimanan kita. Selain itu, perayaan maulid Nabi juga sebagi wadah untuk mengajak umat Islam membaca shalawat kepada Nabi. Kelima, perayaan Maulid Nabi merupakan bid’ah hasannah (baik) yang diajarkan secara turun-temurun oleh umat Islam.

SyekhJalaluddin al-Suyuthi pernah ditanya terkait hukum perayaan maulid Nabi Muhammad Saw. Dalam kitab al-Hawi lil Fatwa dijelaskan bahwa: 

Artinya; “Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi, yang mana saat itu masyarakat sedang berkumpul, membaca al-Quran, dan membaca kisah Nabi Muhammad Saw pada permulaan perintah Nabi serta peristiwa yang terjadi pada saat beliau dilahirkan, kemudian mereka menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pula ke rumah masing-masing tanpa ada tambahan lainnya, adalah bid’ah hasanah. Diberi pahala orang yang memperingatinya karena bertujuan untuk mengagungkan Nabi Muhammad Saw serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran Beliau”.

Dalam kitab I’annatuttholibin Sayid Bakri bin Sayid M Syatho menerangkan bahwa amalan Sunnah yang dapat dilakukan oleh umat Islam saat maulid Nabi Muhammad Saw tiba diantaranya; memperbanyak sedekah, berbuat baik atau ma’ruf, besor solek diri atau merpaikan desa serta menyatakan kegembiaraan. Pada umumnya hal ini sering dilakukan dalam bentuk pengajian, atau acara adat yang kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama seperti yang diterangkan dalam kitab al-Hawi lil Fatwa.

 

Created by M Hamdani Hidayat

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

map Wilayah Kampung

account_circle Aparatur Kampung

share Sinergi Program

assessment Statistik Kampung

message Komentar Terkini

  • person Haji Herman

    date_range 02 September 2021 18:05:29

    Saya mau buat bibit pepaya calipornia dari biji pepaya [...]
  • person Agus Susanto

    date_range 03 April 2021 08:12:55

    good job, boleh dicoba itu,, [...]

contacts Info Media Sosial

Alamat : Jln. Kahuripan Jaya,Kecamatan Banjar Baru,kabupaten Tulang Bawang.
Kampung : Kahuripan Jaya
Kecamatan : Banjar Baru
Kabupaten : Tulang Bawang
Kodepos : 34682
Telepon :
Email :

folder Arsip Artikel